Real Madrid resmi menjadi kampiun Supercopa Espana [Jawara Liga bertemu Jawara Cup Spanyol] dimana di leg kedua berhasil menaklukan Barca dengan skor 2-0, sebelumnya juga di leg pertama berhasil menang 3-1 di Nou Camp. Emang, ini bisa dikatakan sebuah kemunduran buat Barca.
Bermain dengan fomasi 3-5-2, Barca justru kesulitan. 3 gelandang dan dua sayap seperti tidak berfungsi, lini tengah justru kalah. Di sisi kiri sudah tidak ada yang bisa meliuk liuk. Entah ini suatu kemunduran atau justru ini adaptasi dari taktik Ernesto Valverde.
Belumlagi, Barca mempunyai masalah dalam aktivitas transfer, setelah kehilangan Neymar mereka justru mendatangkan seorang gelandang dengan mahar yang cukup mahal, yaitu Paulinho dengan harga 40 juta paun. Padahal, dengan uang segitu mereka bisa mendapatkan gelandang yang lebih segar. Lagi pula, di posisi gelandang mereka memiliki banyak pemain, sebut saja Iniesta, Rakitic, Busquets, Roberto, Samper, dll. So, Paulinho untuk apa? penghangat bangku cadangan?
Belakangan juga hastag #BartomeuDimiteYa intinya sih nyuruh si Barto out dari kursi kepresidenan Barca. Hm... Sudah jatuh tertimpa tangga.
ABOUT THE AUTHOR
Blog ini merupakan blog pribadi yang mengupas informasi berbagai hal, namun lebih sering mengupas informasi tentang sepakbola dan teknologi

0 komentar:
Post a Comment